Tag Archives: islam ketinggalan zaman

Apakah Hukum Syariat Sudah Ketinggalan Zaman?

padang-apasirIslam memandang bahwa manusia, yang memiliki dorongan naluriah (instink) dan kebutuhan asasi, senantiasa menghadapi persoalan tentang bagaimana mereka memenuhi kedua dorongan tersebut. Nash-nash syara turun untuk kaum pria dan wanita sebagai individu manusia, bukan hanya mereka yang hidup pada abad ke-7 M di padang pasir Arabia. Nash-nash syara’ bukan hanya diturunkan untuk manusia yang hidup pada masa tertentu atau ditempat tertentu. Manusia yang hidup pada masa sekarang tidak berbeda dengan manusia yang hidup 1400 tahun yang lalu, dan tetap akan sama dengan manusia yang hidup 1400 tahun yang akan datang.[1]

Tidak ada keraguan bahwa dunia saat ini sama sekali berbeda dengan dunia pada masa kemunculan dan perkembangan Islam. Gaya hidup manusia masa kini tentu juga berbeda dengan gaya hidup manusia zaman dulu. Pada masa lalu manusia tinggal di rumah-rumah gubuk, sementara manusia modern hidup di gedung-gedung pencakar langit. Namun demikian, satu hal yang sama, kita memerlukan tempat tinggal dan atap yang menaungi kepala kita. Pada masa lalu, Rasulullah saw mengirimkan para utusan untuk menemui para penguasa dengan mengendarai kuda; sedangkan pada masa sekarang, surat atau pesan bisa disampaikan melalui email, IM, fax, atau SMS. Rasulullah Muhammad saw dan para sahabatnya bertempur diberbagaimedan perang menggunakan kuda, busur, dan anak panah; sedangkan peperangan saat ini masih juga berlangsung, namun sudah memanfaatkan teknologi “pintar”, peluru kendalijelajah dan satelit matamata. Pada masa lalu, kaum Muslim harus mempelajari astronomi untuk bisa mengetahui arah kiblat, di mana pun mereka berada; sementara saat ini arah kiblat bisa diketahui hanya dengan menggunakan sebuah jam tangan elektronik. Ini semua menunjukkan bahwa manusia, terkait dengan kebutuhan-kebutuhannya, adalah makhluk yang sama dari waktu ke waktu. Demikian pula, persoalanpersoalan yang mereka hadapi juga tidak berubah. Perubahan-perubahan yang kita indera hanya terjadi dalam halalatatau perlengkapan yang digunakan manusia untuk menyelesaikan persoalannya.

Ukuran waktu saja tidak cukup untuk menjadikan sebuah pemikiran tak lagi sahih, karena sahih atau tidaknya sebuah pemikiran tidak tergantung pada waktu. Bangkitnya kembali filsafat, seni, dan peradaban Yunani Kuno, yang kemudian dikenal dengan Renaissance, terjadi pada abad ke-16 M di Eropa. Sebagian besar perundangundangan yang kita dapati saat ini di seluruh penjuru Dunia Barat diketahui mempunyai sumber tradisi tertulis yang usianya tiga abad, dan dianggap masih valid hingga kini. Sebagai contoh:

  • Bill of Rights di AS yang disahkan pada tahun 1791 M merefleksikan adanya jaminan atas perlakuan secara adil yang diambil dari Magna Charta (1215 M).
  • Hukum Sipil (Civil Law) modern yang disusun berdasarkan teori liabilitas yang bersumber pada Hukum Romawi.
  • Hukum Umum (Common Law) yang mempunyai prinsip penyelesaian kasus berdasarkan keputusan hukum sebelumnya, sesungguhnya bersumber pada Hukum Romawi pada Abad Pertengahan, dan mendapat pengaruh Peradaban Norman Saxon. Sampai hari ini sistem hukum ini masih menjadi sumber perundang-undangan yang berlaku di Inggris, AS, dan Kanada.

Menurut perspektif ini, mestinya demokrasi juga dianggap sudah kadaluarsa karena bersumber pada konsep-konsep kuno. Dengan demikian, kenyataan bahwa Islam muncul pada abad ke-7 M di Jazirah Arab bukanlah sebuah argumentasi bagi ketidaksesuaiannya dengan masyarakat modern. Karena nash-nash syara’ berurusan dengan manusia dan persoalannya, bukan dengan berbagai peralatan yang mereka gunakan untuk menyelesaikan persoalannya. Karena itu syariat Islam tetap relevan bagi umat manusia saat ini, persis sebagaimana dulu ia pernah mengangkat derajat orang-orang Arab.[2]

Catatan Kaki :

[1] Lebih lanjut bisa membaca “Islamic Reformation, the battle for hearts and minds”, khilafah.com

[2] Lebih lanjut bisa dibaca pada “Islam in the 21st Century”, khilafah.com

Sumber : Adnan Khan, 100 Soal Jawab Seputar Negara Khilafah

Advertisements