Monthly Archives: April 2015

IHSANUL ‘AMAL

Setiap muslim pasti ingin amal ibadahnya diterima oleh Allah. Agar amal ibadah diterima oleh Allah, seluruh amal ibadah harus memenuhi kriteria amal yang ihsan atau ihsanul ‘amal, sebagaimana Allah swt. berfirman :

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2)

Menceritakan kepada kami Bapakku, menceritakan kepada kami Muhammad bin Ahmad bin Yazid dan Muhammad bi Ja’far berkata keduanya, menceritakan kepada kami Ismail bin Yazid, menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al-’Asy’ats, beliau berkata aku mendengar Al-Fudhail bin ’Iyadh berkata tentang firman Allah: ”Supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya”, beliau berkata: ‘Maksudnya, dia ikhlas dan benar dalam melakukannya. Sebab amal yang dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar maka tidak akan diterima. Dan jika dia benar, tetapi tidak ikhlas maka amalnya juga tidak diterima. Adapun amal yang ikhlas adalah amal yang dilakukan karena Allah, sedang amal yang benar adalah bila dia sesuai dengan Sunnah Rasulullah”. Continue reading

Advertisements

Abdul Muthalib Dan Perang Gajah

Perang-gajahDi antara kejadian besar yang terjadi menjelang kelahiran Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah perang gajah yang terjadi pada tahun 571 M. Dikisahkan ada seorang gubernur kerajaan Habasyah (Ethiopia) di Yaman bernama Abrahah bin Al Shobaah melihat orang-orang Arab bersiap-siap di musim haji berangkat ke Mekkah. Lalu ia membangun sebuah gereja besar di kota Shan’a yang diberi nama Al Qalies dengan tujuan ingin memindahkan haji bangsa Arab. Ia menulis surat kepada raja Najasyi yang berisi, “Sungguh saya telah membangun untukmu sebuah gereja yang belum ada tandingannya dan saya tidak berhenti sampai saya memalingkan haji bangsa Arab.” Abrahah bersumpah akan menghancurkan Ka’bah dan memberitahu raja Najasyi tentang hal itu, lalu raja Najasyi menghadiahkan seekor gajah besar bernama Mahmuud. Kemudian ia berangkat dengan pasukannya ke Mekkah dan hal ini didengar bangsa Arab. Continue reading