Hukuman Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat

shalatSaat ini kaum muslimin banyak yang menyepelekan masalah shalat, dan tidak sedikit kaum muslimin yang meninggalkannya. Padahal shalat adalah salah satu keawajiban yang sangat penting dalam Islam, dan dalam suatu hadits, shalat adalah tiang agama, meninggalkannya adalah dosa besar. Namun pelakunya bukan hanya dosa besar, pelakunya juga akan dihukum bila ia meninggalkan kewajiban shalat. Pelakunya akan dihukum oleh Pemerintahan Islam, Daulah Islam atau Khilafah Islamiyah. Kemudian hukum apakah yang akan dikenakan pada orang yang meninggalkan shalat? Para ulama terdahulu sebenarnya sudah membahasnya masalah ini dalam kitab-kitab mereka, namun belakangan masalah ini jarang sekali dibahas, berikut ini adalah penjelasan hukuman bagi orang yang meninggalkan shalat :

Dalam kitab Matn al Ghayah wa at Taqrib disebutkan :

وتارك الصلاة على ضربين : أحدهما أن يتركها غير معتقد لوجوبها فحكمه حكم المرتد ، و الثاني أن يتركها كسلا معتقدا لوجوبها فيستتاب فإن تاب وصلى و إلا قتل حدا و كان حكم المسلمين .

Orang yang meninggalkan shalat ada dua macam :

Pertama, orang yang meninggalkannya karena mengingkari kewajibannya.

Hukumannya sama dengan orang yang murtad.

Kedua, orang yang meninggalkan shalat karena malas, tetapi masih meyakini kewajibannya. Ia harus diminta bertobat. Jika ia bertobat dan melaksanakan sholat, ia tidak dijatuhi hukuman. Namun, jika tidak mau bertobat, ia dibunuh sebagai hukuman baginya. Setelah dibunuh, kedudukannya sama dengan orang Islam. (Matn al Ghayah wa at Taqrib, Kitab Hudud)

Syaikh Musthafa Dib al Bugha dalam kitabnya at Tadzhib fi Adillati Matn al Ghayah wa at Taqrib yang merupakan syarah dari kitab Matn al Ghayah at Taqrib, menjelaskan :

Pertama, orang yang mengingkari kewajiban shalat; orang yang meninggalkan shalat diminta untuk bertobat terlebih dahulu sebelum dijatuhi hukuman. Tanda tobatnya adalah melaksanakan shalat di tempat umum lalu menyatakan kembali keyakinannya tentang kewajiban shalat. Jika orang yang meninggalkan shalat tidak mau bertobat, ia harus dibunuh karena dianggap telah kafir. Ia tidak dimandikan, tidak dishalatkan dan tidak dimakamkan di pekuburan orang Islam.

Tentang hukuman untuk orang yang meninggalkan shalat, Jabir ra. meriwayatkan :

سمت النبي صلى الله عليه و سلم يقول : إن بين الرجل وبين الشرك و الكفر ترك الصلاة

Aku mendengar Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya meninggalkan shalat adalah tanda perbedaan antara seorang muslim dengan musyrik dan orang kafir.”

Dalam riwayat lain disebutkan :

أن النبي صلى الله عليه و سلم قال : بين الكفر و الإيمان ترك الصلاة .

Nabi saw. bersabda, “Meninggalkan shalat adalah tanda perbedaan antara kekafiran dan keimanan.” (HR. Muslim, at Tirmidzi, Ibnu Majah)

Maksud “meninggalkan shalat” dalam hadits tersebut adalah menentang dan mengingkari kewajiban shalat.

Kedua, orang yang meninggalkan shalat karena malas; hukuman (hadd) untuk orang yang meninggalkan shalat sebagai ibadah yang diwajibkan adalah diperangi atau dibunuh.

Ibnu Umar ra. berkata :

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله و أن محمد رسول الله ، و يقيموا الصلاة و يؤتوا الزكاة . فإذا فعلوا ذلك ، عصموا مني دماءهم و أموالهم إلا بحق الإسلام . وحسابهم على الله .

Bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, melaksanakan shalat, dan mengeluarkan zakat. Apabila mereka telah melaksanakan semuanya maka mereka telah menjaga darah dan hartanya dariku kecuali yang sesuai dengan hak Islam. Dan perhitungan mereka berada di sisi Allah.” (HR. Al Bukhari, Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang yang menyatakan dua kalimat syahadat dapat diperangi (dibunuh) apabila tidak mau melaksanakan shalat. Akan tetapi, mereka bukan termasuk orang kafir.

Ubadah bin as Shamit ra. meriwayatkan :

سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : خمس صلوات كتبهن الله على العباد ، فمن جاء بهن لم يضيع منهن شيئا اسبخفافا بحقهن ، كان له عند الله عهد أن يدخله الجنة ، و من لم يأت بهن فليس له عند الله عهد ، إن شاء عذبه ، و إن شاء أدخله الجنة .

Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Ada lima shalat yang diwajibkan Allah kepada hamba-hambaNya. Siapa saja yang melaksanakannya dan tidak meremehkannya (meninggalkannya) salah satunya demi mencari keringanan (karena malas) maka ia telah memiliki janji di sisi Allah untuk dimasukkan ke surga. Siapa saja yang tidak melaksanakannya maka ia tidak memiliki janji di sisi Allah. Jika berkehendak, Allah akan mengadzabnya (di neraka). Jika berkehendak, Allah akan memasukkannya ke surga.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)

Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang tidak melaksanakan kewajiban karena malas (mencari keringanan) tidak termasuk orang yang kafir. Sekiranya ia termasuk orang kafir, Rasulullah saw. tidak akan bersabda, “Jika berkehendak, Allah akan memasukkannya ke surga.” Sebab, orang kafir tidak akan pernah masuk surga.

Dan orang yang meninggalkan shalat karena malas masih berstatus orang Islam. Setelah dilakukan hukuman mati kepadanya, ia tetap dikafani, dishalatkan, dan dimakamkan di pekuburan orang Islam.(At Tadzhib fi Adillati Matn al Ghayah wa at Taqrib)

Demikian penjelasan tentang hukuman bagi orang yang meninggalkan shalat, semoga kita selalu dapat menjaga shalat kita serta dapat menambah amalan-amalan nafilah lainnya. Namun, saat ini masih banyak dari kalangan kaum muslimin yang meninggalkan shalat –semoga Allah memberikan pertolongan kepada mereka- kemudian siapakah yang akan menghukum mereka bila saat ini tidak ada Pemerintahan Islam yang akan menegakkan hukuman atas mereka?[]

Wallahu’alam.

صلاح الدين فاتح

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s