Duh Malunya Kita Yang (Masih) Malas Menuntut Ilmu

020“Menuntut ilmu wajib atas setiap Muslim.”

Begitu Rasulullah saw. sabdakan kepada kita semua. Dan ilmu yang wajib kita pelajari adalah ilmu agama.

Namun, hari ini kita melihat banyak kaum muslimin mulai malas menuntut ilmu -mungkin penulis juga termasuk- yang ada aja alasannya kalau diajak menuntut ilmu, ilmu kok dituntut-tuntut, apa salah ilmu? Halah.

Hal ini juga kadang ada menghinggapi seorang yang mengaku sebagai pengemban dakwah yang cuma menuntut ilmunya seminggu sekali! Itu pun juga cuma dua jam, apa bedanya sama anak sekolah coba?
Hello, kalian ini pengemban dakwah, harapan umat, beban berat ada di pundak kalian.

Di samping karena saat ini kita dikondisikan sulit untuk menuntut ilmu, karena memang sistemnya gak mendukung alias karena sistem yang diterapkan bukan sistem Islam.
Sekarang kita coba deh, sejenak berhenti mengkambing hitamkan sistem, coba kita merenung apakah kita sudah maksimal berusaha menuntut ilmu?

Mari kita sejenak melihat perjuangan sahabat, keteguhan mereka dalam meneguk air yang mengalir, menghirup udara segar, yaitu apa-apa yang dibawa Rasulullah saw. Lihatlah mereka yang senantiasa menyertai Rasul untuk mengetahui agama mereka, hukum-hukum syariat, karena kecintaan mereka terhadap Islam ini. Cukuplah Abu Hurairah ra. yang mendedikasikan hidupnya untuk menghafal hadits-hadits Nabi saw.

Dan juga mari kita sejenak mengintip perjuangan ulama dalam menjaga agama ini, lihatlah banyaknya kitab-kitab mereka tinggalkan untuk kita. Kenapa mereka bisa sampai seperti itu? Karena mereka cinta agama ini!

Apakah kita tidak menghargai jerih payah Rasulullah yang telah mendakwahkan Islam dengan seluruh jiwa raga, para sahabat yang rela mengorbankan nyawanya demi Islam, juga para ulama yang mengorbankan waktunya, hidupnya dan kesenangan dunia untuk Islam ini, agar Islam ini dapat terjaga kesuciannya?

Padahal saat ini kita menuntut ilmu sudah mudah, terlalu mudah saat ini -tidak seperti alasan orang-orang yang mengkambinghitamkan sistem- kita menuntut ilmu, tidak seperti Imam Bukhari yang harus sampai ke luar dari kampung halamannya hanya untuk mencari hadits shahih, apakah kita saat ini seperti itu?
Saat ini banyak ustadz yang insya Allah bisa kita serap ilmu-ilmu syar’inya, banyak lembaga pendidikan Islam, banyak ma’had-ma’had berkualitas yang bisa kita belajar di sana.

Kita sebagai seorang Muslim yang mencintai Allah dan RasulNya, dan pastinya kita selalu ingin agama ini terjaga, mari kita menuntut ilmu, usahakan sekuat tenaga untuk itu serta turut mengamalkannya juga mendakwahkannya kepada masyarakat, agar agama ini tidak hilang di tengah-tengah masyarakat, juga sebagai upaya kita untuk membangkitkan umat ini, membangkitkan Islam ini menjadi peradaban yang mulia, yang akan menjadi peradaban yang sangat besar -dengan izin Allah- sebagai upaya dalam menegakkan Khilafah Islamiyah ‘ala Minhajin Nubuwwah, seperti yang telah dijanjikan Allah dan dikabarkan Rasulullah saw.

“…Kemudian akan ada kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad)

Wallahu’alam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s