Yuk Belajar Al Qur’an dari “3 Tahu”

belajar qur'anSaat ini kalau kita ngeliat para remaja yang kepikiran itu, pacaran, hafal banyak lagu populer, gaul, modis, atau alay. Kalau ditanya bisa baca Al Qur’an, duh miris banget deh, banyak yang belum bica baca Al Qur’an. Dan yang paling parah itu kenal huruf-hurufnya juga enggak, mendingan kenal kamu deh (eh, hehe). Belajar Al Qur’an mungkin bagi sebagian orang itu ribet, susah, bikin puyeng. Tuh liat hurufnya aja keriting begitu. Ups, tunggu dulu. Belajar Al Qur’an, terutama membacanya itu sebenernya kalau kita jujur gak sesusah yang kita bayangin kok, belajar Al Qur’an itu bisa mudah, gak ribet, asik dan santai. Nah, kita sebagai seorang muslim kan wajib bisa membaca Al Qur’an, dan mengamalkannya tentunya. Kalau bisa paham itu tambah bagus deh. Belajar Al Qur’an pasti diawali dengan belajar membacanya, ia kan?

Ternyata dari banyaknya teori baca Al Qur’an (baca : ilmu tajwid) intinya itu cuma ada 3, dan itulah yang paling penting saat memelajari Al Qur’an. Tiga hal tersebut adalah “3 tahu”, ini istilah saya aja lho, supaya gampang diinget aja dan supaya simple, sekarang kan anak muda pada gak suka yang ribet-ribet, makanya terlahir deh “3 tahu”.

Sebenernya apa aja 3 tahu itu, yups biar gak berterle-tele kita langsung aja menuju si 3 tahu . Cekidot!

1. Tahu Huruf
Tahu yang pertama ini penting banget, yaitu tahu huruf. Masa sih kita mau belajar baca Al Qur’an gak tau huruf-huruf hijaiyah sih? Gak banget deh. Nah, di sini kita belajar gimana caranya menyebutkan huruf-huruf hijaiyah dengan benar, seperti orang arab menyebutkan huruf-huruf itu, dan juga belajar membedakan antara huruf satu dengan huruf yang lainnya, misalnya tsa, sa, sya, di mana perbedaanya, mungkin sekilas mirip, tapi pasti ada perbedaannya. Jadi gak cuma tau atau kenal huruf hijaiyah gimana bentuknya, tapi juga harus bisa menyebutkan dan mengetahui perbedaan tiap penyebutan hurufnya. Kalau bahasa kerennya sih pas lagi belajar tentang huruf ini “makhorijul huruf” atau tempat keluarnya huruf.
Puyeng? Mudah-mudahan enggak yah, atau pusing mikirin saat lagi belajarnya itu?
Tenang aja kok, belajarnya pelan-pelan aja, woles, gak usah dipaksain, misalnya dipertemuan pertama kita belajar sama Ustadz cara menyabutkan huruf  ‘ba’, dipertemuan selanjutnya ‘ta’, ‘tsa’ dan seterusnya.

2. Tahu Panjang
Pernah denger ada orang yang baca Al Qur’an lancar bacaannya tapi panjang pendeknya blentang blentong? Pasti pernah, gimana didengernya enak gak? Pasti gak enak.
Beda kalau ada orang yang baca Al Qur’an, panjang pendeknya pas, stabil, walaupun suaranya gak terlalu bagus, pasti kita juga nyaman bacanya, enak, tenang gitu. Kalau masih ada yang keganggu juga, berarti dia? Jawab sendiri aja, saya gak ikut-ikutan kalau yang ini.
Nanti kita di sini, di tahu yang kedua ini kita akan belajar kapan, dan di mana kita harus baca panjang dan pendek.
Sebagai pengenalan, ada 3 hukum paling dasar tentang panjang-pendek. Kalau kita ketemu yang seperti ini harus baca panjang (dua harakat, atau dua ketukan), gak boleh pendek;
Pertama, fathah (harakat yang letaknya di atas huruf yang berbentuk garis agak miring yang buyinya ‘a’ dan ‘o’ di beberapa huruf yang lain) bertemu dengan (ا) alif .
Kedua, kasrah (harakat yang berada di bawah huruf yang berbentuk garis miring yang bunyinya ‘i’) bertemu dengan (ي) ‘ya’.
Ketiga, dhammah (harakat yang berada di atas huruf, bentuknya seperti huruf ‘wawu’ yang dibaca ‘u’) bertemu dengan (و ) ‘wawu’.
Sekali lagi, mereka semua kalau ketemu harus dibaca panjang, gak boleh pendek. Untuk seberapa panjangnya itu nanti pembahasan lanjutan lagi.

3. Tahu Dengung
Seperti di tahu yang kedua, di tahu yang ke tiga ini kita belajar kapan, di mana dan huruf-huruf apa aja yang bisa bibaca dengung atau enggak.
Pernah dengerkan di murotal-murotal itu suka ada yang terdengar seperti kita mengucapkan ‘ng’?
Misalnya ‘kun fayakun’ terdengar ‘kung fayakun’ atau ‘antum’ jadi terdengar ‘angtum’ atau ‘syain qadir’ jadi ‘syaing qodir’
Pasti pernah denger. Nah, kita akan belajar kapan harus dengung dan kapan harus dibaca jelas, juga berapa lama mendengung serta bagaima cara mendengungnya

Itulah “3 tahu” inti pelajaran tajwid, simpel kan?
Yuk makanya deh kita buruan belajar baca Al Qur’an, gak susah kok, dan gak usah malu. Lagi juga ngapain kita malu kalau apa yang kita perbuat itu baik?
Yuk belajar Al Qur’an 🙂

Dari Aisyah radhiyallahu’anha berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda , “Orang yang ahli dalam al Quran akan berada bersama malaikat pencatat yang mulia lagi benar, dan orang terbata-bata membaca al Quran sedang ia bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.” (Hr. bukhari, Nasa’I, Muslim, Abu Daud, Tarmidzi, dan ibnu Majah) 

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dalam Kitabullah maka dia akan mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim satu huruf. Akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi no. 2910, disahihkan oleh Syaikh al-Albani) 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidaklah berkumpul suatu kaum di dalam salah satu rumah Allah, mereka membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan pasti akan turun kepada mereka ketenangan, kasih sayang akan meliputi mereka, para malaikat pun akan mengelilingi mereka, dan Allah pun akan menyebut nama-nama mereka diantara para malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim no. 2699)

Wallahu’alam .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s